Mudah mengajarkan materi mengenai karakter seperti : sabar, kasih, murah hati, pengendalian diri secara teori. Tetapi mendengarkan pelajaran karakter tersebut bukan berarti otomatis kita telah memiliki karakter tersebut.
Saya justru menemukan ketika siswa menolong orang lain, justru diri merekalah yang tertolong. Alih - alih menolong adik - adik belajar justru sang kakak (siswa)-lah yang belajar. Belajar apa? Belajar sabar, belajar berbelas kasih, belajar murah hati, dsb
Bantulah adik-adikmu, jangan remehkan 'anak kecil' karena terkadang saat pertanyaan mereka ajukan dalam kepolosan dan kejujuran itulah kita sedang belajar. Tidak heran Yesus pun berkata belajarlah dari anak-anak (menjadi seperti anak)





No comments:
Post a Comment